Dalam menciptakan karakter suara yang unik, terkadang pendekatan konvensional tidak cukup. Bagi gitaris yang gemar bereksperimen, memahami bagaimana setiap bagian dari signal chain berinteraksi dapat membuka kemungkinan baru dalam sound design.
Hal tersebut menjadi salah satu topik menarik dalam NUX Masterclass MG50Li di Salomo Musik, saat NUX Artist Avedis Mutter mengeksplorasi sebuah preset dengan pendekatan yang tidak biasa.
Alih-alih menggunakan signal chain secara linear, Avedis memanfaatkan kemampuan parallel signal chain pada NUX MG50Li untuk menggabungkan dua karakter tone yang sangat berbeda.
Ketika Tone Ekstrem Menjadi Bagian dari Solusi
Avedis banyak terinspirasi oleh karakter gitar modern dari band-band seperti END dan Knocked Loose, serta pendekatan produksi Will Putney yang mampu membuat karakter fuzz yang ekstrem tetap terdengar musikal dan menarik.
Menurut Avedis, mendapatkan karakter tersebut bukanlah proses yang sederhana.
Tone fuzz yang terlalu ekstrem dapat kehilangan definisi dan menjadi sulit dinikmati. Namun, jika karakter fuzz dikurangi terlalu jauh, karakter ekstrem yang dicari justru menghilang.
Di sinilah eksperimen dengan parallel signal chain menjadi menarik.
“Ekstrem, tapi terkontrol.”
Konsep tersebut menjadi dasar dari preset yang dibuat Avedis dalam sesi masterclass.
Memanfaatkan Parallel Signal Chain pada MG50Li
Pada NUX MG50Li, signal chain tidak harus selalu berjalan secara linear dari satu blok ke blok berikutnya.
Dengan Chain 2, signal dapat di-split menjadi dua jalur yang kemudian diproses secara berbeda.
Dalam preset yang dibuat pada sesi tersebut, alurnya dimulai dari gitar menuju Noise Gate, kemudian signal dibagi menjadi dua:
Chain A menggunakan karakter hi-gain yang di-boost dengan Tube Screamer, menghasilkan tone yang lebih familiar, tight, dan mudah dikontrol.
Sementara itu, Chain B menggunakan fuzz dengan karakter yang jauh lebih ekstrem.
Jika dimainkan secara terpisah, kedua jalur tersebut memiliki karakter yang sangat berbeda. Namun ketika keduanya digabungkan, masing-masing memberikan fungsi yang berbeda dalam membentuk tone secara keseluruhan.
Signal dari Chain A mempertahankan definisi dan karakter utama, sementara Chain B memberikan tekstur fuzz yang lebih agresif.
Hasilnya adalah perpaduan tone yang lebih kompleks menggabungkan karakter yang familiar dengan elemen yang lebih ekstrem.
Bukan Sekadar Menambahkan Efek
Eksperimen ini menunjukkan bahwa sound design tidak selalu berarti menambahkan lebih banyak efek ke dalam signal chain.
Yang lebih penting adalah bagaimana setiap elemen digunakan dan bagaimana signal tersebut diproses.
Dalam konfigurasi series, penggunaan Tube Screamer, fuzz, dan amplifier secara berurutan dapat membuat karakter masing-masing efek saling menumpuk. Hasilnya bisa menjadi terlalu kotor dan sulit dikontrol.
Dengan parallel routing, kedua karakter tersebut dapat dipisahkan terlebih dahulu, kemudian di-blend sesuai kebutuhan.
Gitaris dapat menentukan seberapa dominan karakter fuzz yang ingin digunakan, tanpa harus mengorbankan karakter utama dari tone.
Dalam preset yang dibuat Avedis, karakter dari jalur hi-gain tetap dibuat lebih dominan, sementara fuzz digunakan sebagai layer tambahan untuk memberikan tekstur dan karakter.
Membuka Kemungkinan Baru dalam Sound Design
Bagi NUX, fleksibilitas seperti ini merupakan salah satu bagian penting dari pengalaman menggunakan MG50Li.
Sebuah multi-effects processor tidak hanya tentang berapa banyak efek yang tersedia, tetapi juga tentang seberapa bebas gitaris dapat menggabungkan dan mengatur efek tersebut untuk menemukan karakter mereka sendiri.
Parallel signal chain memungkinkan pendekatan yang mungkin sulit dicapai dengan routing series biasa. Dua karakter amplifier, efek, atau processing yang berbeda dapat dikombinasikan untuk menciptakan tone yang lebih kompleks dan personal.
Eksperimen Avedis di Salomo Musik menjadi salah satu contoh bagaimana fitur routing pada MG50Li dapat digunakan bukan hanya untuk mengikuti signal chain yang sudah umum, tetapi juga untuk menciptakan pendekatan baru dalam membangun tone.
Eksplorasi Signal Chain Anda Sendiri
Tidak ada satu formula yang berlaku untuk setiap karakter suara gitar.
Tone yang terdengar "salah" ketika dimainkan secara terpisah dapat menjadi bagian penting dari keseluruhan suara ketika ditempatkan dalam signal chain yang lengkap. Begitu juga dengan efek ekstrem yang dapat menjadi elemen khas dari sebuah guitar tone ketika dikombinasikan dengan routing dan blending yang tepat.
Melalui NUX MG50Li, gitaris memiliki lebih banyak ruang untuk bereksperimen dengan cara membangun dan membentuk karakter suara mereka.
Pada akhirnya, menghasilkan guitar tone yang baik bukan hanya tentang gear yang digunakan. Hal ini juga bergantung pada seberapa baik Anda memahami dan memanfaatkan kemampuan dari gear tersebut.
Bangun Guitar Tone Anda Sendiri dengan NUX
Eksplorasi guitar tone bukan hanya tentang menambahkan lebih banyak efek. Memahami alur sinyal, routing, blending, serta interaksi antara berbagai efek dapat membantu Anda menciptakan suara yang memiliki karakter khas sekaligus tetap terkontrol.
NUX MG50Li memberikan fleksibilitas bagi gitaris untuk bereksperimen dengan berbagai konfigurasi signal chain dan mengembangkan pendekatan sound design mereka sendiri.
Baik untuk membangun tone dalam live performance, recording, maupun eksperimen pribadi, mengeksplorasi berbagai kemungkinan signal chain dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan karakter suara gitar yang benar-benar personal.
Jelajahi NUX MG50Li dan temukan lebih banyak produk NUX di NUX Indonesia.





